Tampilkan postingan dengan label Education. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Education. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Februari 2014

Kisah Sedih Sang Penyumbang Emas



KISAH SEDIH SANG PENYUMBANG EMAS MONAS
Pernahkah terbesit di benak kalian, siapa yang menyumbang emas yang ada di Monumen Nasional atau sering dikenal sebagai Monas? Mungkin sebagian dari kalian berfikir kalau emas yang ada di ujung Monas itu adalah hasil patungan dari berbagai saudagar-saudagar kaya, pinjaman luar negeri, atau dari harta rampasan perang? Jika kalian pernah berfikir seperti itu, tentu kalian ragu. Memang, emas yang ada di atas Monumen Nasional itu adalah hasil dari sumbangan dari berbagai saudagar kaya yang ada di Indonesia pada saat itu. Namun, sebagian besar emas yang ada di Monas, adalah hasil dari sumbangan saudagar Aceh yang bernama Teuku Markam. Ia menyumbang 28 dari 38 kilogram emas yang ada di Monas.

Ia adalah salah satu orang terkaya pada zaman pemerintahan Soekarno. Sebenarnya masih banyak sumbangsih yang Teuku Markam persembahkan untuk negeri kita tercinta ini. Diantaranya, membebaskan lahan Senayang untuk dijadikan sebagai pusat olahraga terbesar di Indonesia. Selain itu beliau juga memberikan dana kepada pemerintah orba untuk membangun jalan Banda Aceh-Medan, insfrastruktur di Aceh dan di Jawa Barat, serta pembangunan jalan-jalan yang ada di Jawa Barat.

Siapakah Teuku Markam sebenarnya? Ia adalah saudagar Aceh yang lahir pada tahun 1925. Ayahnya Teuku Marhaban berasal dari kampung Seuneudon dan Alue Capli, Panton Labu Aceh Utara. Teuku Markam sudah menjadi yatim piatu ketika ia berusia 9 tahun. Lalu ia diasuh oleh kakanya yang bernama Cut Nyak Putroe. Ia sempat bersekolah sampai kelas 4 Sekolah Rakyat (SR). Teuku Markam kemudian tumbuh menjadi pemuda yang mengikuti pendidikan wajib militer di Kutaraja yang sekarang bernama Banda Aceh.

Selama bertugas di Sumatra Utara, Teuku Markam aktif di berbagai lapangan pertempuran. Bahkan ia ikut mendamaikan pertengkaran antara pasukan Simbolon dengan pasukan Manaf Lubis. Sebagai prajurit penghubung,beliau diutus oleh Panglima Jenderal Bejo ke Jakarta untuk bertemu pimpinan pemerintah. Oleh pimpinan, Teuku Markam diutus lagi ke Bandung untuk menjadi ajudan Jenderal Gatot Soebroto. Tugas itu diembannya sampai Gatot Soebroto meninggal dunia..
Tahun 1957, Teuku Markam berpangkat kapten. Ia kembali ke Banda Aceh dan mendirikan sebuah lembaga usaha yang bernama PT Karkam. Namun perjalanannya di Aceh tidak semulus yang ia duga. Di sana ia sempat bentrok dengan Teuku Hamzah (Panglima Kodam Iskandar Muda) karena disiriki oleh orang lain. Akibatnya beliau ditahan dan baru keluar tahun 1958. Petentangan Teuku Markam dengan Teuku Hamzah kemudian berhasil didamaikan. Lalu perusahaan PT. Karkam dipercaya oleh pemerintah RI mengelola rampasan perang untuk dijadikan dana revolusi. Selanjutnya Teuku Markam benar-benar berhenti menjadi tentara, kemudia ia melanjutkan karirnya dengan menggeluti usaha dengan sejumlah aset berupa kapal dan beberapa dok kapal di Palembang, Medan, Jakarta, Makassar, Surabaya.
Bisnisnya semakin luas karena ia juga terjun dalam ekspor-impor dengan sejumlah Negara. Antara lain mengimpor mobil Toyota Hardtop dari Jepang, besi beton, plat baja, bahkan sempat mengimpor senjata atas persetujuan DEPHANKAM dan presiden. Komitmennya untuk membantu pemerintah adalah untuk mendukung pembebasan Irian Barat serta pemberantasan buta huruf yang waktu itu digenjot habis-habisan oleh Soekarno. Peran Teuku Markam dalam menyukseskan KTT Asia Afrika tidak sedikit. Beliau termasuk salah satu konglomerat Indonesia yang dikenal dekat dengan pemerintahan Soekarno dan sejumlah pejabat lain. Berkat bantuan para konglomerat itulah KTT Asia Afrika berhasil memerdekakan Negara-negara yang ada di Asia dan Afrika.

Namun sejarah kemudian berbalik. Peran dan sumbangan Teuku Markam dalam membangun perekonomian Indonesia seakan menjadi tak ada artinya di mata pemerintahan Soeharto. Dengan sepihak ia difitnah sebagail PKI dan dituding sebagai koruptor dan Soekarnoisme. Akibat tuduhan itu ia dipenjarakan pada tahun 1966. Ia dijebloskan ke dalam sel tanpa ada proses pengadilan. Pertama-tama ia dimasukkan ke tahanan Budi Utomo, lalu dipindahkan ke Guntur, selanjutnya berpindah ke penjara Salemba di jalan Percetakan Negara. Tak lama ia dipindahkan lagi ke tahanan Cipinang, lalu terakhir ia dipindah lagi ke tahanan Nirbaya di Pondok Gede Jakarta Timur. Pada tahun 1972 ia jatuh sakit dan terpaksa dirawat di RSPAD Gatot Soebroto selama kurang lebih dua tahun.
Tak hanya di situ. Pemerintah orde baru juga merampas hak milik PT. Karkam dan merubahnya menjadi atas nama pemerintah. Itulah kisah sedih si penyumbang emas. Banyak seumbangsih yang dia beri kepada pemerintah Indoensia, tetapi sama sekali tidak diharga. Malah Teuku Markam hidup sengsara di hari tuanya. itulah perangai buruk pemimpin yang ada di zaman orba. sehabis dipakai, pelepahpun dibuang. Begitulah kata yang cocok untuk menggambarkan peran seorang Teuku Markam di ranah perjuangan Indonesia. Banyak orang yang masih belum mengenal beliau, tetapi sumbangsihnya banyak orang yang tahu. Disini saya hanya ingin sekedar berbagi, dan menyadarkan semua orang, kalau masih banyak orang-orang yang telah berjasa bagi negeri ini, tapi mereka sama sekali tidak dihargai jasanya oleh pemerintah. Sungguh suatu kebobrokan yang sengat keji! Jadi jangan salah kalau daerah-daerah yang ada di pinggiran negeri memninta untuk merdeka. Karena mereka tidak merasa merdeka. Sebaliknya mereka merasa dijajah oleh bangsa sendiri.

Rabu, 29 Januari 2014

18 Cara Agar Bernasib Baik




Dalam upaya menjalani kehidupan, baik di dalam rumah tangga, masyarakat maupun kantor, tanpa sadar setiap orang berusaha untuk membuat rencana dan kemudian merealisasikannya untuk mencapai tujuan. Namun seringkali pula apa yang kita lakukan seolah tak pernah mencapai tujuan seperti yang diharapkan saat membuat perencanaan, karena semua itu tak lepas dari sikap kita sebagai pelaku dalam siklus pencapaian tujuan tersebut.

Berikut ada 18 cara untuk menjadi orang yang bernasib baik

1. Bekerja keras tanpa menarik perhatian

Orang yang bernasib baik fokus pada tindakan, mereka menghabiskan waktu pada hal-hal penting, bukan dalam hal menyombongkan diri dan pamer. Mereka selalu fokus pada kinerja yang lebih baik.

2. Bergaul dengan orang yang berpikiran positif dan optimis

3. Tanamkan pola pikir positif setiap hari

Terkadang mungkin akan terlintas dalam benak kita beberapa pikiran yang negatif, kemudian pikiran tersebut akan memberi kita dampak negatif terhadap tindakan kita.

Secara sadar memilih bahasa dan tindakan yang tepat meminta kita untuk secara sadar memilih pemikiran yang tepat. Misalnya, setiap bangun pagi berkata pada diri sendiri, "Setiap hari, tidak peduli dari sudut pandang mana, saya telah menjadi lebih baik dan akan lebih baik lagi."

4. Jangan berpikir terlalu banyak, segeralah bertindak

Bimbang dan ragu menghadapi suatu pilihan, ini adalah sesuatu yang sering ditemui oleh banyak orang. Sesungguhnya, keputusan terburuk adalah tidak membuat keputusan.

Sukses berasal dari keputusan yang baik, keputusan yang baik berasal dari pengalaman, pengalaman berasal dari penilaian yang buruk. Jadi, meskipun sekarang anda telah menetapkan sebuah keputusan yang buruk, namun selama anda telah belajar dari pengalaman, maka pada akhirnya ia akan menuntun anda kepada keputusan yang baik.

5. Punya tujuan yang jelas dan pasti

Orang yang bernasib baik memiliki tujuan yang sangat jelas. Dan apa pun yang terjadi, mereka secara konsisten akan terpaku pada tujuannya.

6. Merima ketidaksempurnaan

Mereka tidak akan berkata, "Sekarang bukan waktu terbaik."

Tetapi mereka akan mengatakan, "Saat ini adalah waktu yang tepat."

Mereka tahu bahwa waktu yang tepat selamanya tidak akan datang kepada mereka dengan sendirinya, dengan demikian mereka akan segera menciptakan kesempatan terbaik.

7. Jangan peduli dengan kritikan orang lain

Orang yang bernasib baik akan tetap fokus dan tidak akan terganggu oleh ucapan orang lain, dari orang yang skeptis atau dari orang yang tidak suka. Mereka tidak akan membiarkan pikiran negatif mempengaruhi pikiran mereka. Mereka akan secara aktif mencoba dan melangkah maju.

8. Banyak mendengar petunjuk dari suara hati

Orang yang bernasib baik sering termotivasi oleh emosi mereka. Mempertimbangkan sesuatu itu sangat penting, tapi kita harus sering mendengarkan sanubari kita untuk memberi petunjuk pada diri sendiri. Ketika kita menghadapi masalah sulit, pemikiran dan perasaan kita akan sering berbenturan, orang yang bernasib baik cenderung mengikuti suara hati daripada berpedoman pada pikiran mereka.

9. Fokus pada hasil, bukan pada rencana

Rencana akan berubah. Kejadian yang tak terduga mungkin dapat mengandaskan rencana terbaik, namun hasilnya tidak. Pernikahan yang bahagia, anak-anak yang pintar, pekerjaan yang berarti dan karir yang cemerlang, semua ini umumnya merupakan tujuan kita yang tidak berubah.

10. Mengambil banyak tindakan

Orang yang bernasib baik berani untuk mencoba, meskipun mungkin akan gagal. Mereka tidak akan diam tanpa berbuat apapun, melainkan selalu mencoba sampai semuanya menjadi jelas.

11. Kapan saja selalu bersedia untuk berkomunikasi dengan orang lain

Orang yang bernasib baik akan menyambut hangat siapa saja dan bersedia untuk mendengarkan ide-ide mereka, serta berdiskusi dengan ide-ide mereka sendiri. Acap kali sebuah ide akan mengarah ke ide baru yang lain

12. Setiap hari selalu fokus pada saat itu

Buang masa lalu dan fokus pada saat ini, orang yang bernasib baik memfokuskan diri mereka pada sesuatu yang dapat dirubah pada saat itu. Mereka tidak khawatir akan hari kemarin atau besok.

13. Keyakinan untuk mengatasi kesulitan

Orang yang bernasib baik juga akan mengalami kegagalan, tetapi, mereka akan terus bergerak maju, karena mereka percaya selama terus bertahan mereka akan dapat terlepas dari kegagalan dan mendapatkan hasil yang diinginkan.

14. Percaya pada diri sendiri

Mereka tidak merasa dirinya hebat. Orang yang bernasib baik percaya bahwa setiap orang memiliki kekuatan batin yang tangguh, kekuatan yang ulet ini dapat membuat kita mendapatkan prestasi yang hebat.

15. Penuh rasa ingin tahu

Mereka akan bertanya pada siapapun yang tahu tentang hal-hal yang sederhana. Mereka ingin memahami prinsip kerja tentang hal ihwal, merupakan penyelidik yang ingin tahu sampai ke akar-akarnya, dan menyambut ide-ide, pandangan atau pendapat yang baru.

16. Hati yang bersyukur

Orang yang bernasib baik menganggap hidup itu bagaikan sebuah hadiah, hati mereka selalu dipenuhi rasa syukur saat bekerja.

17. Mengakui bahwa diri kita bukan orang yang cerdas

Orang yang bernasib baik selalu mencoba untuk belajar hal-hal yang baru dan menjadi lebih cerdas. Mereka mengakui kekurangan dan kesalahan sendiri, namun bisa belajar dari kesalahan dan terus melangkah maju. Mereka tahu kebahagiaan dan kesuksesan dalam hidup berasal dari pembelajaran yang berkelanjutan.

18. Melayani orang lain, membantu orang lain

Orang yang bernasib baik selalu sangat terbuka untuk membantu dan melayani orang lain, tidak peduli apakah itu di tempat kerja atau dalam kehidupan pribadi. Mereka tahu membantu orang lain dengan sepenuh hati untuk mendapatkan sesuatu yang mereka butuhkan, kebutuhan sendiri dengan sendirinya juga akan mendapatkan kepuasan.

9 Pelajaran Hidup dari Albert Enstein




Albert Einstein mengajari kita banyak hal, lebih dari sekadar teori relativitasnya yang terkenal. Kegigihannya dalam menghasilkan penemuan di bidang sains membuat Einstein memberikan kita cahaya baru, tentang bagaimana mengatasi kemustahilan dengan kerja keras, kegagalan, dan menghargai orang lain.

Berikut sembilan pelajaran hidup dari Einstein, salah satu ilmuwan paling berpengaruh sepanjang masa.

1. Kesederhanaan

“Jika kau tidak bisa menjelaskannya kepada anak usia enam tahun, maka kau tidak benar-benar mengerti.”

Albert Einstein sadar betul bahwa menjelaskan dengan bahasa yang rumit bukan berarti kepandaian, tapi justru ketidakpahaman. Coba ingat-ingat kembali guru terbaik dalam kehidupan Anda. Apakah ia selalu menjelaskan sesuatu dengan bahasa yang rumit dan tidak Anda mengerti, ataukah ia dapat menjelaskan permasalahan besar dan sulit dengan kata-kata yang sederhana?

2. Kreativitas

“Kreativitas itu menular, sebarkanlah.”

Dukunglah orang lain untuk melakukan apa yang mereka sukai. Gunakan kreativitas untuk menciptakan sesuatu yang baru, dan Anda tidak akan pernah tahu apa yang akan diciptakan oleh orang lain. Biarkan pikiran Anda menciptakan ide dan rencana, karena tanpa Anda sadari, ide Anda akan tersebar ke seluruh dunia.

3. Kerja keras dan kegagalan

“Satu-satunya cara untuk mencegah membuat kesalahan adalah dengan tidak memiliki ide baru.”

Einstein menghabiskan hampir seluruh hidupnya di bidang teori fisika. Beberapa di antaranya berhasil hingga kita ketahui hingga saat ini, sementara yang lainnya gagal dan tetap tersimpan. Kegigihan adalah kuncinya, karena kita tidak akan pernah tahu mana yang akan gagal dan mana yang akan berhasil. Bekerja keras dan terus mencoba adalah cara untuk menyelesaikan permasalahan, karena kegagalan tidak akan hadir hingga kita berhenti mencoba.

4. Hiduplah untuk saat ini

“Aku tak pernah memikirkan masa depan. Ia akan datang jika sudah masanya.”
Kita hanya memiliki waktu yang kita punya saat ini, di masa ini. Tentu saja Anda boleh merasa khawatir mengenai masa depan dan membuat rencana untuk menghadapinya. Namun, tidak ada jaminan bahwa rencana itu akan berjalan sesuai rencana. Yang terpenting adalah kehidupan saat ini, hari ini. Lakukan yang terbaik hari ini dan tidak perlu mengkhawatirkan hari esok.

5. Imajinasi

“Aku adalah seorang seniman yang dapat menggambarkan imajinasiku dengan bebas. Imajinasi jauh lebih penting dari pengetahuan. Pengetahuan itu terbatas. Sementara imajinasi akan melingkupi dunia.”

Ketika membayangkan sesuatu yang berbeda, maka berbagilah dengan orang lain, agar mereka juga turut melihat dunia yang Anda bayangkan. Imajinasi adalah kunci. Tak ada salahnya untuk meluangkan waktu untuk berimajinasi dan berbagi ide dengan orang lain, karena dari sana Anda bisa bekerja sama dan saling membantu.

6. Menantang kemustahilan

“Hanya mereka yang berusaha atas sesuatu yang konyol yang dapat mencapai kemustahilan.”

Apa yang Anda lakukan mungkin dianggap konyol oleh orang lain. Namun, ketika Anda siap mengambil risiko, maka kemustahilan itu akan bisa Anda raih. Ketika Anda melakukan apa yang dianggap tidak mungkin oleh orang lain, maka Anda telah menyelesaikan apa yang dianggap sebagai rintangan bagi banyak orang.

7. Menghargai orang lain

“Kehidupan ini tidak berguna, hingga kita hidup untuk orang lain.”

Ketika kita hidup untuk orang lain, maka mereka akan menghargai dan melihat kita sebagai orang yang benar-benar peduli. Habiskan beberapa menit di sela-sela kesibukan untuk berhubungan dengan orang lain, tanpa gangguan apapun. Tunjukkan pada mereka bahwa Anda menghargai mereka. Berterimakasih dan pujilah mereka. Kegiatan ini tidak hanya membuat hari mereka menjadi lebih baik, tapi mereka juga akan menghargai dan mengingat apa yang telah Anda lakukan untuk mereka.

8. Berbagi

“Siswa bukanlah wadah yang harus kita penuhi tapi obor yang harus dinyalakan.”
Apa yang harus dilakukan oleh setiap guru adalah membagikan pengetahuannya, bukan menganggap dirinya lebih tahu dan lebih pandai dari murid-muridnya. Berbagi pengetahuan dan ide adalah hal yang penting, karena ilmu itu akan memberikan percikan-percikan yang dapat menyelamatkan kehidupan orang lain.

9. Terbuka untuk selalu belajar

“Belajar adalah pengalaman. Yang lainnya hanyalah informasi belaka.”

Hidup adalah perjalanan dan pembelajaran tiada henti. Anda dapat belajar banyak hal dari orang lain, bahkan dari mereka yang lebih muda atau tidak lebih berpendidikan dari Anda. Ingatlah, Anda mungkin hidup lebih lama dari mereka, tapi bukan berarti mereka tidak bisa mengajarkan lebih banyak hal, atau mungkin mengingatkan Anda akan hal-hal penting yang terlupakan.

Itulah sembilan pelajaran hidup yang bisa kita pelajari dari Albert Einstein. Semoga dengan sembilan hal di atas kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan tetap gigih dalam melakukan segala hal baik yang sedang kita rencanakan.

Sumber: Kebajikan ( De )

Kamis, 31 Oktober 2013

Mengapa orang Jepang selalu tepat waktu?




Menurut Edward Hall, seorang ahli Antropologi berkebangsaan Amerika, orang Jepang termasuk ke dalam kategori Monocronic Time (M-Time). Sebaliknya, jika mengacu pada ciri-ciri Polycronic Time (P-Time), maka orang Indonesia masuk ke dalam kategori ini. Orang-orang dalam kategori P-Time bisa mengerjakan lebih dari satu kegiatan dalam satu waktu, serta lebih mementingkan hubungan kemanusiaannya. Sedangkan orang Jepang yang termasuk ke dalam kategori M-Time biasa mengerjakan kegiatan tunggal dalam satu waktu, dikerjakan dengan urut sesuai tahapan, dengan begitu hasilnya menjadi sangat berkualitas tinggi.

Dalam kesehariannya, memang terbukti orang Jepang memandang dengan memberikan nilai tinggi terhadap waktu. Oleh karena itu, mereka tidak pernah meleset, serta bisa mewujudkan apa yang pernah direncanakan. Bagaimana dengan kita yang tergolong ke dalam kategori P-time? Misalnya, jika kita janjian dengan seseorang, tiba-tiba di tengah perjalanan bertemu dengan teman, maka waktu bisa 'terbuang' semenit atau dua menit hanya untuk sekedar menyapa. Sedangkan orang Jepang, kegiatan menyapa hanya dilakukan dengan anggukan kecil sewaktu berpapasan, ditambah juga dengan perilaku khas yang diperlihatkan oleh wajah dan cara jalan, semuanya bisa tertangkap oleh orang lain bahwa orang Jepang tersebut dalam keadaan tergesa-gesa dan tidak mempunyai banyak waktu. Perilaku ketergesaan itu sangat dihargai dan dimaklumi oleh semua orang Jepang.

Jika sampai terjadi keterlambatan, orang Jepang akan membuat alasan dengan menyalahkan diri sendiri, bukan karena kendaraan atau penyebab lain selain dirinya. Kembali kepada rasa malunya dilihat banyak orang jika sampai diri sendiri ditegur oleh orang lain karena keterlambatannya.

Minggu, 28 April 2013

Jenis Otaku





1. Anime / Manga Otaku
Orang-orang yang terobsesi dengan dunia virtual, membaca manga atau menonton anime.

2. Cosplay Otaku
Orang-orang yang terobsesi dengan memakai kostum dengan menginginkan seperti karakter yang disukai nya. Di sisi lain mereka mengeluarkan banyak biaya untuk mengikuti event dan membeli kostum atau pakaian, terkadang mereka membuat kostum sendiri seperti karakter yang difavoritkannya.

3. Game Otaku
Kesehariannya selalu untuk bermain game adalah game otaku. Mereka biasanya bersosialisasi di dalam dunia virtual.

4. Idol & JPop Otaku (Wota)
Wota adalah mereka yang mengidolakan idol mereka seperti kalau di indo ya JKT 48, yang selalu menonton mereka dan mengikuti berita" mereka.

5. Figure otaku (Figure moe zoku ~ フィギュア萌え族)
Mereka yang suka mengumpulkan/mengoleksi figuran anime/manga.

6. Train Otaku (Tetsudou Otaku)
Tetsudou Otaku adalah orang-orang yang suka fotografi tentang kereta atau juga naik kereta. Dan mereka juga tertarik terhadap seragam kereta api.

7. Robot Otaku
Robot Otaku lebih tertarik dengan industri robot yang telah berkembang. Mereka juga berkeinginan membangun/membuat sebuah robot.

8. Pasocon Otaku
Pasocon Otaku adalah mereka yang terobsesi dengan teknologi komputer. Mereka senang dengan spesifikasi dan model terbaru dari perangkat tersebut. Di sisi lain mereka ingin menjadi ahli informatika yang handal

9. Wapanese
Wapanese adalah mereka yang ingin menjadi seperti orang jepang namun mereka bukanlah orang jepang.
Wapanese sendiri berarti "Want to be Japanese", dan itu sudah mengarah pada keingintahuan tentang budaya jepang atau yg lainnya berkaitan dengan jepang.

10. Female History Otaku (Reki-jo)
Reki-jo adalah komunitas/perkumpulan orang-orang yang menyukai tentang sejarah wanita jepang.

11. Voice Actress Otaku (Seiyuu Otaku)
Ini merupakan sisi lain dari Anime Otaku, yaitu terobsesi oleh aktor/aktris seiyuu (pengisi suara dalam anime).

12. Military Otaku (Gunji Ota)
Gunji Ota terobsesi dengan seragam militer dan cerita peperangan, .

Selasa, 19 Maret 2013

Manfaat Membuat Karya Seni untuk Kesehatan Otak



Apa Anda termasuk seseorang yang menikmati karya seni, atau senang menghasilkan karya seni Anda sendiri? Membuat karya seni tak hanya bisa meningkatkan kreativitas sebagai seniman, namun juga sangat berguna untuk otak Anda.
Berikut adalah manfaat menghasilkan karya seni bagi otak, seperti dilansir oleh Third Age.

1. Meningkatkan kemampuan kognitif dan ingatan
Berdasarkan penelitian, sekitar 70 persen pasien Alzheimer dan demensia yang mengikuti kelas seni menunjukkan peningkatan dalam hal kognitif dan ingatan.

2. Mengurangi stres dan depresi
Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa fokus pada hal yang Anda sukai seperti melukis dan menghasilkan karya seni bisa meningkatkan produksi endorfin dan mengurangi stres. Membuat karya seni menghilangkan rasa cemas dan khawatir dalam otak Anda. Tak hanya itu, tekanan darah juga akan menurun.

3. Fokus pada masa kini
Membuat karya seni berarti Anda mencurahkan semua pikiran Anda pada hal tersebut. Ini membuat Anda tak lagi sering melamun yan sia-sia dan malah membuat otak Anda penuh dengan hal-hal tak penting. Membuat karya seni membuat pikiran Anda fokus dan semakin produktif.

4. Merangsang imajinasi
Anda menganggap diri Anda adalah orang yang selalu praktis dan tipe otak kiri? Anda bisa mengubahnya sekarang. Membuat karya seni akan membangunkan otak sebelah kanan Anda dan meningkatkan kreativitas serta imajinasi. Ini tak hanya akan berpengaruh pada karya seni Anda, tetapi juga cara Anda melihat dunia.

5. Meningkatkan rasa percaya diri
Ketika melihat hasil karya seni buatan Anda sendiri, pasti Anda akan merasa bangga. Ini menunjukkan pencapaian sekaligus meningkatkan rasa percaya diri.

6. Tingkatkan kemampuan mata
Seberapa sering Anda mengamati dan berhasil menemukan perubahan di sekitar lingkungan Anda? Leonardo da Vinci mengatakan bahwa melukis akan meningkatkan kemampuan mata seseorang untuk membedakan 10 hal, gelap, terang, tubuh dan warna, bentuk, lokasi, jarak dekat dan jauh, serta benda bergerak dan diam. Menghasilkan karya seni akan membuat Anda semakin memperhatikan detail dan lebih perhatian pada lingkungan.

7. Penyelesaian masalah
Tak ada jawaban yang tepat dalam karya seni. Untuk itu, membuat karya seni akan meningkatkan sisi kreatif Anda. Ujungnya, Anda akan mudah menemukan penyelesaian dan jalan keluar yang out of the box. Sekali menggunakan otak dengan kreatif, Anda akan kaget dengan pemikiran Anda saat menghadapi dan menyelesaikan masalah